BPBD Sulbar Usulkan Kajian Penyebab Gempa Mamasa

Mamuju, Sulsel – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat(Sulbar) mengusulkan agar dilakukan kajian mendalam terkait seringnya daerah itu, khususnya wilayah Kabupaten Mamasa dilanda gempa bumi.

“Saat rapat koordinasi nasional (Rakornas) BNPB dan BPBD se-Indonesia di Surabaya, Jawa Timur pada beberapa waktu lalu, saya mengusulkan agar dilakukan kajian mendalam terhadap seringnya terjadi gempa di Sulbar, khususnya di Kabupaten Mamasa,” kata Kepala Pelaksana Harian (Kalak) BPBD Sulbar, Darno Madjid, dihubungi dari Mamuju, Rabu.

Usulan tersebut, lanjutnya, direspon positif BNPB dan dalam waktu dekat akan melakukan penelitian terkait gempa di wilayah Sulbar.

Namun pihak BNPB juga menjelaskan bahwa gempa tidak hanya sering terjadi di Sulbar, tetapi juga di sejumlah wilayah di Indonesia akibat adanya pergerakan atau penyesuaian lempeng.

“Pihak BNPB menjelaskan bahwa gempa tidak hanya terjadi di wilayah Sulbar, tetapi juga di sejumlah kawasan lainnya di Indonesia,” ujar Darno.

BPBD Sulbar,menurut dia, juga telah melakukan langkah-langkah dalam upaya memberikan pemahaman masyarakat jika terjadi bencana, khususnya gempa bumi.

“Sebagai langkah antisipasi, menyusul seringnya terjadi gempa, apalagi tadi siang gempa berkekuatan 4,9 magnitudo kembali melanda sebagian wilayah di Sulbar dengan pusat gempa di 36 kilometer Barat Daya Kecamatan Tapalang Barat ,Kabupaten Mamuju kami telah melakukan mitigasi melalui sosialisasi kepada seluruh masyarakat. khususnya yang berada di kawasan rawan bencana seperti di Kabupaten Mamasa,” tandas Darno.

Dia mengemukakan, pengusulan dilakukan kajian tersebut didasarkan atas seringnya kawasan itu, khususnya wilayah Kabupaten Mamasa yang sejak awal November 2019 terus dilanda gempa .

Terakhir pada Rabu(6/2), pukul 14.16 WITA, wilayah Kabupaten Mamasa kembali mengalami gempa dengan kekuatan 3,6 magnitude. (Ant)